Anakku, semua perkara itu ada ukurannya, ada takarannya, dan ada dosisnya.
Kalau terlalu banyak, akan kelebihan, dampaknya tidak baik.
Kalau terlalu sedikit, akan kekurangan, dampaknya juga tidak baik.
Yang baik adalah sesuai dosisnya.
Makan minum terlalu banyak, tidak baik.
Makan minum terlalu sedikit, tidak baik.
Istirahat tidur terlalu banyak, tidak sehat.
Istirahat tidur terlalu sedikit, tidak sehat.
Cinta dan kasih sayang keluarga terlalu banyak, tidak baik.
Cinta dan kasih sayang keluarga terlalu sedikit, tidak baik.
Tertawa terlalu banyak, tidak baik, hatinya akan keras.
Tertawa terlalu sedikit, tidak baik, mudah stres.
Senyum terlalu banyak, tidak baik, kaya orang gila.
Senyum terlalu sedikit, tidak baik, kaya orang sakit gigi.
Ibadah terlalu banyak, tidak baik, nanti akan jemu.
Ibadah terlalu sedikit, juga tidak baik, hatinya akan gersang.
Amal terlalu banyak, tidak baik, akan menjadi sombong.
Amal terlalu sedikit, juga tidak baik, hidup akan jadi hampa.
Bekerja terlalu banyak, tidak baik, melelahkan.
Bekerja terlalu sedikit, juga tidak baik, tidak produktif.
Renungan: Perhatian, cinta, dan kasih sayang itu bagai pupuk bagi tanaman. Beri pupuk sesuai takarannya. Kelebihan pupuk akan panas, jadi layu. Kekurangan pupuk akan kurus, jadi kering. Anak-anak harus dapat perhatian, cinta, dan kasih sayang yang cukup dari orang tuanya, agar merasa hangat. Anak-anak yang dapat perhatian, cinta dan kasih sayang berlebihan, akan manja. Tidak baik bagi perkembangan jiwanya. Anak-anak yang kurang perhatian, akan nakal. Mereka akan cari perhatian di luar rumah. (Graha Pencerah Jiwa, Minggu, 13/07/14, Abah, Sebarkan)
: