Anakku, melangkah itu wajib. Alloh telah memberikan kaki dan tangan agar mau melangkah. Alloh telah berikan tenaga, pikiran, dan hati agar mau melangkah.
Alloh sibuk, melangkah mengurus hamba-Nya.
Para nabi dan rosul sibuk, melangkah mengurus umatnya.
Para ulama dan guru, melangkah menyelamatkan jamaahnya.
Hamba yang baik harus melangkah.
Tidak boleh duduk manis, sambil berpangku tangan.
Tidak boleh duduk manis, sambil menunggu nasib.
Lantas, untuk apa tangan dan kaki kita.
Lantas, untuk apa tenaga, pikiran, dan hati kita.
Lantas, untuk apa dunia ini diciptakan.
Bukankah kewajiban kita untuk mengurusnya.
Lantas, untuk apa surga diciptakan.
Bukankah kita harus berlomba untuk mendapatkannya.
Renungan: Untuk mendapatkan madu, lebah harus terbang jauh meninggalkan sarangnya. Untuk mendapatkan buruan, singa harus menjelajah hutan meninggalkan gua. Untuk mengisi perut, burung harus terbang tinggi meninggalkan sarangnya. Untuk mendapatkan makanan, semut harus merayap ke segala arah. Untuk mendapatkan sukses berdakwah, Rosul saw harus meninggalkan Makah, tanah kelahirannya. Untuk jumpa Alloh, Sang pangeran, Ibrahim Bin Adam harus meninggalkan istana. Kalian semua harus melangkah. Wajib itu. (Graha Pencerah Jiwa, Selasa, 29/07/14, Abah, Sebarkan)
: