Anakku, tinggalkan dunia sebelum dirimu ditinggal oleh dunia, agar hatimu tidak pedih.
Jagalah jarak dengan dunia, sebelum dunia meninggalkanmu, agar hatimu tidak risau.
Meninggalkan dunia artinya tidak mencintai dunia berlebihan.
Ditinggalkan dunia artinya kita akan ditinggalkan oleh dunia.
Cepat atau lambat kita pasti akan berpisah.
Berpisah dengan yang dicintai itu akan menyakitkan.
Dunia itu sumber kegelisahan.
Barang siapa mencintainya berlebihan, maka hati mereka akan gelisah.
Harta, tahta, keluarga adalah sumber kerisauan.
Barang siapa mencintainya berlebihan, maka hati mereka akan risau.
Cinta dunia itu boleh, sah sah saja, tapi tidak berlebihan.
Cintailah harta, tahta, keluarga, biasa biasa saja.
Toh cepat atau lambat kita akan berpisah dengan mereka.
Agar hati bisa tenang dan tidak risau.
Cintailah harta, kekayaan, uang biasa biasa saja.
Cintailah suami, istri, anak, keluarga, sewajarnya saja.
Cintailah Alloh dan rosul-Nya, melebihi cinta pada yang lain.
Karena kita pasti akan menjumpai Alloh, dan meninggalkan mereka. Itu pasti.
Renungan: Rosul saw menganjurkan umatnya untuk ziarah kubur, agar bisa mengingat kematian. Kata Rosul saw, sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling sering ingat kematian. Dengan mengingat kematian, maka hati orang akan sadar, insyaf, tidak rakus, tidak serakah, dan bisa berserah diri. Bahkan ada terapi jiwa yang galau dengan cara tidur di peti mati, agar jiwanya sadar akan kematian . (Graha Pencerah Jiwa, Senin, 28/07/14, Abah, Sebarkan)
: