Anakku, kaya itu ujian. Kaya itu ujian terberat bagi umat akhir zaman.
Banyak orang yang gagal menghadapi ujian yang satu ini, dan hanya sedikit sekali orang yang bisa lolos berhasil dengan ujian ini.
Banyak manusia diuji dengan kemiskinan, mereka lulus.
Banyak manusia diuji dengan penderitaan, mereka lulus.
Banyak manusia diuji dengan kelaparan, mereka lulus.
Banyak manusia diuji dengan sakit, mereka lulus.
Mereka jadi hamba yang baik, tidak maksiat, dan taat ibadah.
Mereka itulah calon penghuni surga. Tapi ketika Alloh bukakan pintu-pintu rezeki ,mereka berlompatan, berebut harta kekayaan.
Mereka tak peduli sanak saudara, tak peduli halal dan haram. Mereka terlena, lupa akherat, lupa ibadah, dan lupa Alloh.
Makin banyak hartanya, makin jauh dari Alloh.
Mereka merasa mampu, merasa kuat dan tidak butuh Alloh.
Di antara mereka ada yang mendapat petunjuk atau hidayah.
Mereka diuji dengan rantai ujian, ditarik ke jalan benar.
Agar mereka taubat, kembali ke pangkuan Alloh.
Mereka itulah calon penghuni surga.
Tapi di antara mereka banyak yang tidak mendapat hidayah.
Mareka mati dalam keadaan terlena, dalam keadaan maksiat.
Mereka itulah calon penghuni neraka.
Renungan: Perhatikan berita di media masa. Banyak orang terkena struk, duduk di kursi roda, masuk rumah sakit, mereka itu orang kaya, bukan orang miskin. Banyak orang masuk penjara, masuk nusakambangan, mereka itu orang kaya, bukan orang miskin. Banyak orang masuk liang kubur, meninggal dunia, mati muda, mereka itu orang kaya, bukan orang miskin. (Graha Pencerah Jiwa, Selasa, 15/07/14, Abah, Sebarkan)
: