Anakku, manusia adalah tempat salah dan dosa. Sebaik-baik para pendosa adalah mereka yang cepat bertaubat.
Menghentikan dosa, menyesali perbuatan, tidak mengulangi, perbaiki diri, dan banyak berbuat kebajikan sebagai tanda penyesalan.
Dosa adalah nikmat.
Dosa yang membuat pelakunya selalu berharap ampunan Alloh.
Dosa yang membuat pelakunya selalu dekat dengan Alloh.
Dosa yang membuat pelakunya tidak putus asa mengharap rahmat dan kasih sayang Alloh.
Alloh lebih menyukai ahli maksiat yang takut akan dosa-dosa, dari pada ahli ibadah yang bangga dengan amal-amalnya.
Bila manusia tidak bemaksiat, maka Alloh akan matikan mereka.
Alloh ganti dengan manusia yang bermaksiat, dan bertaubat.
Walau dosa hamba telah memenuhi bumi dan langit, namun ampunan Alloh lebih luas lagi bagai samudra tak bertepi.
Dosa besar adalah bila hamba berprasangka bahwa Alloh tidak akan mengampuni dosanya.
Tidak ada dosa besar, bila Alloh menghakimi kita dengan kasih sayangnya.
Tidak ada dosa kecil, bila Alloh menghakimi kita dengan keadilannya.
Renungan: Dulu ada preman yang telah membunuh 99 orang. Dia gelisah dan bertanya tentang taubat pada pendeta. Pendeta pun dibunuhnya, karena menjawab tidak ada pintu taubat. Genaplah 100 orang yang terbunuh. Dia datang ke seorang guru. Di sarankan untuk pergi ke pesantren. Di sana akan diajari taubat dan ibadah. Si preman punya niat kuat untuk bertaubat, dan pergi ke pesantren. Di perjalanan dia meninggal. Penjaga neraka dan penjaga surga berebut mayat si preman. Ternyata si preman adalah calon ahli surga. Walau dia belum sempat beribadah, tapi sudah niat bertaubat. (Graha Pencerah Jiwa, Senin, 21/07/14, Abah, Sebarkan)
: