Anakku, pujian itu mikil Alloh, hanya Alloh yang berhak dipuji. Kalau kau dipuji, katakan Alkhamdulillah. Pujian ini milik Alloh. Alloh akan balas, dengan menempatkanmu di tempat terpuji.
Kalau kau bisa menyembuhkan.
Sesungguhnya Alloh yang menyembuhkan, lewat tanganmu.
Katakan: Alkhamdulillah, segala puji bagi Alloh.
Kau dipilih Alloh, harus tetap rendah hati, tidak boleh bangga. Kalau kau bisa menasehati orang.
Sesungguhnya Alloh yang menasehati, lewat lisanmu.
Katakan: Alkhamdulillah, segala puji bagi Alloh.
Kau dipilih Alloh, harus tetap rendah hati, tidak boleh sombong.
Kalau kau bisa membantu, menolong orang.
Sesungguhnya Alloh yang menolong, lewat dirimu.
Katakan: Alkhamdulillah, segala puji bagi Alloh.
Kau dipilih Alloh, harus tetap rendah hati, tidak boleh takabur.
Kalau kau bisa kaya.
Sesungguhnya Alloh yang mengkayakan dirimu.
Katakan: Alkhamdulillah, segala puji bagi Alloh.
Kau telah dipilih oleh Alloh sebagai bendahara Alloh.
Bendahara yang harus menyalurkan rezeki pada orang lain.
Kau tetap rendah hati, tidak tinggi hati, agar tetap dipilih.
Renungan: Ada seorang juru sembuh. Dia memasang tarif setinggi langit. Orang kaya didahulukan, orang miskin diabaikan. Kalau menyembuhkan dia berdoa: Adhibil baksa Ya Robbanas, isfi wa antas safi. Sembuhkan wahai tuhannya manusia, sembuhkan karena Kau yang menyembuhkan. Alloh yang menyembuhkan, tapi megapa pasang tarip, mengapa dia membeda-bedakan pasien. Alloh pun mencabut nikmatnya. Dia tidak dipercaya lagi oleh masyarakat. (Graha Pencerah Jiwa, Sabtu, 05/07/14, Abah, Sebarkan)
: