Manajemen Kartu Kredit

Post a Comment
Hari ini abi dapat tawaran untuk Free Apply Credit Card / Kartu Kredit. Tapi berhubung abi blum ada pengalaman mengenai pemanfaatan kartu kredit. Maka abi belajar cara manajemen kartu kredit. 

Cara belajarnya abi lucu. Cuma duduk di depan PC, buka browser trus googling "Manajemen Kartu Kredit". Trata..... Muncul deh ratusan web & blog yang membahasnya.


Ini tips dari : http://smart-financing.blogspot.com/2010/04/manajemen-kartu-kredit-cerdas-dan-bijak.html

Sebelum anda menggesek kartu kredit untuk bertransaksi, pastikan anda memiliki dana yang cukup untuk membayarnya sebelum jatuh tempo tagihan anda.

 Gunakan rasio bukan nafsu dalam berbelanja menggunakan kartu kredit. Tanyakan kepada diri anda, apakah barang yang anda akan beli benar-benar anda butuhkan.

Ingat bahwa ratio utang anda tidak boleh melebihan 30% dari pendapatan paling besar di keluarga (suami/istri).

Usahakan bayar tagihan kartu kredit sampai lunas atau semaksimal mungkin yang kita mampu.
Jangan hanya nilai minimumnya. Ini adalah untuk mengurangi beban utang kita.

Bayar tagihan kartu kredit tepat waktu dan sebelum jatuh tempo untuk menghindari denda dan bunga yang berjalan.

Sebaiknya kita cermat dalam memilih penerbit kartu kredit  yang dipakai, cermati perubahan pola tingkat suku bunga, dan cermati pula bank-bank yang menawarkan gratis iuran tahunan selama setahun.
Karena yang harus anda cermati adalah iuran-iuran di tahun berikutnya yang harus anda bayarkan.
 
Ini tips dari http://strategimanajemen.net/2011/04/11/bangkrut-akibat-jebakan-kartu-kredit/
 

Yang pertama tentu saja adalah ini : jangan pernah, dan jangan pernah melakukan pengeluaran diatas pemasukan. Kalau gaji Anda 5 juta, ya berjuang sekuat tenaga agar pengeluaran selalu dibawahnya, misal 4 jutaan. Begitu pengeluaran melampaui 5 juta, maka disaat itulah kita menjadi mangsa empuk dari jebakan kartu kredit.
Berhemat dan menjalani kehidupan yang bersahaja adalah kunci agar biaya hidup kita bisa terkendali. Gaya hidup konsumtif, yang serba hedonis (HP harus selalu seri terbaru; dugem setiap dua hari sekali) akan membuat kita tidak bisa menjaga kondisi keuangan kita dengan sehat. So, sekali lagi, hiduplah dengan hemat dan bersahaja. Sebab hidup bersahaja itu indah.
Kiat kedua, kalau hematnya sudah tingkat esktrem, dan biaya hidup tetap tidak cukup ya tak ada cara lain : segera cari sumber pendapatan baru. Kalau Anda merasa gaji tidak naik-naik, ya segera lakukan aksi untuk menambah penghasilan baru. Berdayakan istri atau pasangan Anda untuk memulai usaha/bisnis sampingan. Cari akal dan ide untuk memulai kegiatan usaha yang produktif dan bisa menambah penghasilan.
Kiat terakhir mungkin yang paling penting. Kalaulah kita ingin terus mendapatkan rezeki yang berkecupukan, dan penghasilan besar yang barokah maka lakukan ini : terus-lah bersodaqoh dengan penuh keikhlasan.
Sodaqoh tidak hanya dalam bentuk harta. Sodaqoh ilmu. Sodaqoh senyum (senyum sapa kepada pak satpam, kepada office boy, kepada teman). Sodaqoh amal baik yang penuh kemuliaan (menjadi guru ngaji sukarela, ikut membersihkan got di kompleks, menjadi bapak asuh bagi anak yatim, membantu mendorong mobil mogok orang lain, dan seterusnya, dan seterusnya).
Sebab, sodaqoh yang akan menjadi kunci bagi kita untuk membuka pintu rezeki dari tujuh penjuru angin.
Hidup hemat dan bersahaja. Berikhtiar untuk mencari sumber rezeki baru. Bersodakoh dengan penuh keikhlasan. Inilah tiga pilar yang akan membuat kita bisa terhindar dari jebakan utang yang memilukan. Inilah tiga pilar yang insya Allah akan membuat hidup kita dilimpahi keberkahan yang terus mengalir.

Related Posts

: